Emergency Call

+62 361 - 265 083

Info & Reservation

+628113851882

+628113851881

Emergency Call 0361 - 265 083

Info & Reservation

+628113851882 || +628113851881

Kontrasepsi Tepat untuk Anda

Kontrasepsi Tepat untuk Anda

11 Jul 2017 dr. Rini Siallagan Articles 48

Kontrasepsi apa yang tepat untuk Anda?

KB atau Keluarga Berencana adalah salah satu program pemerintah yang harus kita dukung. Berdasarakan data yang dikeluarkan oleh PBB, disebutkan bahwa terdapat pertambahan jumlah penduduk sebanyak 83 juta jiwa per tahunnya. Dengan angka tersebut diperkirakan akan ada sekitar 8.3 miliar penduduk di tahun 2030 dan 9.8 miliar jiwa di 2050. Pertambahan angka penduduk akan menimbulkan masalah baru diberbagai aspek kehidupan misalnya sosial-ekonomi, kesehatan dan juga lingkungan. Pada masalah kesehatan misalnya, jumlah penduduk yang tidak terkendali umumnya akan berbanding lurus dengan rendahnya angka kesehatan di daerah yang penduduknya padat. Hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor, antara lain adalah: nutrisi yang tidak berimbang, sanitasi yang buruk dan pengetahuan yang tidak mencukupi. Oleh karena itu program keluarga berencana sudah sepatutnya kita dukung. Keluarga yang direncanakan akan lebih ideal . Merencanakan keluarga sebaiknya berdasarkan pada  keadaan sosio-ekonomi dan kesehatan setiap pasangan.  

Keluarga berencana atau sering disingkat dengan KB terdiri dari beberapa metode. KB sebaiknya dipilih oleh setiap pemakainya dengan pertimbangan kesehatan dan juga rencana kedepannya.

Ada beberapa metode KB yang tersedia yang bisa dijadikan pilihan antara lain:

1. Kondom

Kondom adalah alat kontrasepsi atau alat untuk mencegah kehamilan yang juga dapat mencegah penularan penyakit kelamin pada saat bersanggama. Kondom biasanya dibuat dari bahan karet/latex dan dipakaikan pada alat kelamin pria (atau wanita) sebelum bersanggama (bersetubuh).

Kondom tidak hanya dipakai oleh lelaki, terdapat pula kondom wanita yang dirancang khusus untuk digunakan oleh wanita. Kondom ini berbentuk silinder yang dimasukkan ke dalam alat kelamin atau kemaluan wanita. 

Cara kerja kondom wanita sama dengan cara kerja kondom lelaki, yaitu mencegah sperma masuk ke dalam alat reproduksi wanita. Manfaat kondom ialah selain mampu mencegah kehamilan maka kondom juga bisa menjadi alat pelindung dari penyakit menular seksual. Tingkat efektifitas kondom ialah tinggi apabila benar cara pemakaiannya. Angka efektifitas kondom yakni 82 persen.


2. Pil KB

Kontrasepsi pil atau lebih dikenal sebagai pil KB adalah pil yang berisi hormon ataupun kombinasi dari estrogen maupun progesterone. Jika dikonsumsi dengan benar dan teratur maka pil KB bisa mencegah kehamilan dengan efektifitas hingga 99 persen. Agar penggunaan pil KB efektif, sangat penting untuk para wanita agar mengkonsumsi pil KB itu setiap hari dan pada jam yang sama. 

Pil KB mencegah kehamilan melalui kandungan hormon estrogen dan progestin yang bekerja dengan menghambat indung telur berovulasi atau melepaskan sel telur. Selain itu, pil juga akan membuat sperma kesulitan mencapai sel telur atau menghalangi sel telur menempel pada lapisan rahim.

Salah satu kekurangan dari pil KB ialah menimbulkan beberapa gejala yang menyebabkan si pemakai tidak nyaman bahkan terganggu, seperti : mual, sakit kepala dan nyeri pada payudara, perdarahan secara tiba-tiba diluar periode haid, peningkatan berat badan, jerawat dan bercak hitam pada wajah dan perubahan mood.


3. KB Implan

KB implan adalah tabung tipis berbahan plastik sepanjang 40 mm dan selebar 2 mm yang mengandung hormon progesteron. KB implan ini bekerja mencegah pembuahan atau kesuburan dengan cara menebalkan lendir pada leher mulut rahim, serta membuat lapisan pada rahim menipis, sehingga sperma sulit untuk membuahi dan rahim tidak siap untuk terjadinya kehamilan.

  • Kemudahan. Dengan menggunakan KB implan ini, Anda tidak lagi direpotkan seperti pada penggunaan kondom ataupun bagi Anda yang sering lupa mengkonsumsi pil KB.

  • Efektif. Anda tidak perlu bolak-balik melakukan pemeriksaan rutin ke dokter karena KB implan jenis ini memiliki 99 persen efektifitas selama tiga tahun jika Anda menggunakannya dengan tepat.

  • Tidak mengganggu penampilan. KB implan ini dimasukkan di bagian bawah lengan atas Anda. Dengan bentuknya yang kecil dan tipis, KB implan ini tidak akan nampak di permukaan kulit Anda sehingga tidak akan mengganggu penampilan Anda.

 

4. KB Suntik

KB suntik ialah salah satu metode pencegahan kehamilan melalui suntikan. Suntikan tersebut berisikan hormon. Hormon tersebut akan mencegah kehamilan dengan cara mencegah  terjadinya ovulasi (pematangan sel telur) dan dengan  menebalkan cairan mulut rahim sehingga sperma akan sulit masuk. Waktu pemberian KB suntik tergantung dari jenis hormon apa yang Anda pilih sehingga sebaiknya tetap konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Salah satu kekurangan KB suntik ialah tidak mencegah si pemakai dari penularan penyakit kelamin dan juga akan menimbulkan efek samping yang umum pada pemakaian KB hormonal misalnya; mual dan sakit kepala, nyeri pada payudara, perdarahan diluar siklus menstruasi, peningkatan berat badan dan juga perubahan mood.

 

5. IUD

IUD (intra uterine device) atau lebih dikenal dimasyarakat dengan spiral. Alat kontrasepsi (IUD) adalah plastik berbentuk T seukuran uang logam yang ditempatkan di dalam rahim yang berfungsi mencegah kehamilan. Ada dua jenis IUD yakni satu yang tertutup dengan tembaga, yang lainnya mengeluarkan hormon progesteron.

IUD berlapis tembaga mencegah kehamilan dengan menghalangi sperma untuk membuahi sel telur. Alat ini juga membuat telur lebih sulit untuk dibuahi di dalam rahim. Ketika IUD dilapisi dengan progesteron, cara kerjanya sama, tetapi juga membuat cairan serviks menjadi lebih kental, menipiskan lapisan rahim, dan dalam beberapa kasus menghentikan ovulasi.

Tingkat keefektifan IUD disebutkan ialah 99% , pada IUD tembaga umumnya tetap akan efektif hingga 10 tahun sedangkan IUD progesterone biasanya akan dipakai 3 hingga 5 tahun.

Sama seperti pil KB dan implant, IUD juga tidak melindungi perempuan dari infeksi menular seksual. Adapun efek samping dari IUD ialah adanya perdarahan pada bulan-bulan awal pemakaian, menimbulkan kram, gangguan pola menstruasi dan pada IUD progesterone atau hormonal juga menimbulkan efek yang serupa dengan pil KB hormonal.

Jika Anda berencana untuk menunda kehamilan maka sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Juga akan sangat baik jika Anda datang bersama pasangan Anda agar terjalin hubungan yang lebih baik.