For Emergency Only

+62 361 - 265 083

For Emergency Only 0361 - 265 083

Info & Reservation

+628113851882 || +628113851881

BAGAIMANAKAH STATUS BERAT BADAN SAYA?

BAGAIMANAKAH STATUS BERAT BADAN SAYA?

17 Jul 2017 dr. Ni Wayan Desy Lestari Articles 44

BAGAIMANAKAH STATUS BERAT BADAN SAYA?

“Risiko kesehatan ketika memiliki berat badan berlebih”


Mengetahui status berat badan menjadi hal yang sangat penting agar kita dapat mengenali potensi-potensi penyakit yang dapat timbul di kemudian hari. Mengevaluasi status berat badan dan potensi risiko kesehatan dikemudian hari dapat diketahui dengan 3 cara, yaitu dengan cara menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) / Body Mass Index (BMI), menghitung lingkar pinggang dan mengetahui faktor risiko penyakit yang berhubungan dengan obesitas.

 

Apa itu Indeks Massa Tubuh (IMT) / Mass Body Index (BMI) dan bagaimana interpretasinya?

Pengukuran status berat badan Anda dengan cara mengukur IMT/ BMI adalah hal yang mudah. Pengukuran ini hanyalah membutuhkan data tinggi badan Anda dalam meter dan berat badan Anda dalam kilogram. Pengukuran dilakukan dengan cara membagi berat badan Anda dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan Anda dalam meter. Pengukuran dengan IMT/ BMI merupakan pengukuran untuk memperkirakan jumlah lemak tubuh dan menjadi tolak ukur yang baik untuk mengetahui potensi penyakit yang dapat timbul karena timbunan lemak di tubuh. Semakin tinggi nilai IMT/ BMI seseorang, semakin besar pula risiko seseorang untuk terkena penyakit tertentu seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, batu empedu, permasalahan pernafasan, dan kanker tertentu.

 

Berikut ini adalah cara pengukuran IMT/BMI:

 

Indeks Massa Tubuh (IMT) :               berat badan (kg)

                                                  

                                              Tinggi badan (m) x tinggi badan (m)

 

Hasil dari pengukuran IMT/BMI untuk Indonesia dewasa akan dikategorikan menjadi sebagai berikut ini :

 

Hasil IMT/ BMI (kg/m2)

Interpretasi

Perempuan

Laki-laki

< 17

< 18

Kurus

17- 23

18- 25

Normal

23- 27

25- 27

Kegemukan

> 27

> 27

Obesitas

 

Ada beberapa keterbatasan seseorang mengukur status berat badannya melalui IMT/BMI, yaitu:

  • Pada atlet dan seseorang yang sedang menjalankan program muscular build

  • Pada orang yang kehilangan massa otot atau massa otot tidak normal

  • Pada orang lanjut usia

 

Bagaimana cara mengukur lingkar pinggang dan interpretasinya?

Mengukur lingkar pinggang membantu dalam menskrining kemungkinan risiko penyakit yang diakibatkan oleh karena kegemukan dan obesitas. Mengukur lingkar pinggang dilakukan dalam posisi berdiri dan menempatkan alat meteran sekitar bagian tengah perut Anda, tepat pada bagian atas dari tulang panggul. Pengukuran dilakukan ketika Anda sedang mengeluarkan nafas.

Dengan hasil perhitungan lingkar pinggang pada laki-laki melebihi 90 cm dan perempuan tidak hamil melebihi 80 cm, seseorang memiliki pula risiko penyakit yang lebih tinggi.

Lalu, obesitas berhubungan dengan penyakit apa saja?

Ketika seseorang memiliki berat badan yang berlebih dan menjadi obesitas, beberapa kondisi berikut ini dapat menjadikan seseorang memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan kondisi lainnya. Berikut ini adalah faktor risiko tersebut:

  • Tekanan darah tinggi

  • Tingginya kadar kolesterol LDL (lemak ‘jahat’)

  • Rendahnya kadar kolesterol HDL (lemak ‘baik’)

  • Tingginya kadar trigliserida

  • Tingginya kadar gula darah (diabetes)

  • Penyakit jantung koroner

  • Secara fisik tidak aktif menggerakkan tubuh

  • Merokok

 

Berikut ini adalah beberapa nilai dan kadar normal kesehatan Anda:

 

Ukuran

Target

Target IMT/ BMI

Laki-laki: 18- 25

Perempuan: 17- 23

Lingkar pinggang

Laki-laki : kurang dari 90 cm

Perempuan : kurang dari 80 cm

Tekanan darah

Dibawah 120/80 mmHg

LDL (kolesterol ‘jahat’)

Optimalnya, kurang dari 100 mg/dL

HDL (kolesterol ‘baik’)

Laki-laki : lebih dari 40 mg/dL

Perempuan: lebih dari 50 mg/dL

Trigliserida

Kurang dari 150 mg/dL

Gula darah (puasa)

Kurang dari 100 mg/dL

 

Ketika seseorang memiliki IMT/ BMI 30 dan atau lebih (obesitas) atau seseorang memiliki IMT/ BMI 25.0- 29.9 (berat badan berlebih) dan memiliki 2 atau lebih faktor risiko diatas, Anda sangat dianjurkan untuk mengurangi berat badan Anda. Walaupun penurunan berat badan yang terjadi kecil (sekitar 5 hingga 10 persen dari berat badan awal), hal ini akan sangat membantu dalam menurunkan risiko kesehatan yang berhubungan dengan obesitas. Seseorang dengan berat badan berlebih, namun tidak memiliki lingkar pinggang yang tinggi dan memiliki kurang dari 2 faktor risiko diatas, lebih baik fokus pada pencegahan peningkatan berat badan dibandingkan menurunkan berat badan.

 

Konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat mengetahui hal ini. Dokter akan mengukur IMT/ BMI, lingkar pinggang, dan menggali serta melakukan pemeriksaan penunjang faktor risiko penyakit yang berhubungan dengan berat badan berlebih. Bukankah lebih baik kita mengenali potensi penyakit yang mungkin terjadi sehingga kita dapat mencegah dan mengobati lebih awal?

 

Sumber: