For Emergency Only

+62 361 - 265 083

For Emergency Only 0361 - 265 083

Mengenal Endometriosis

Mengenal Endometriosis

01 May 2018 Hans Lesmana Articles 66

MENGENAL ENDOMETRIOSIS

Apakah Anda sering mengalami nyeri saat menstruasi? Mungkin ini adalah salah satu penyebabnya!

 

Menurut dokter kandungan kami di Surya Husadha Hospital, yaitu dr. Ketut Darmayasa, Sp. OG (K), adanya endometriosis dapat menjadi salah satu penyebab munculnya keluhan nyeri saat menstruasi. Endometriosis adalah suatu keadaan dimana jaringan pada dinding dalam rahim (atau yang disebut endometrium) berada diluar dinding rahim. Ketika terjadi menstruasi, sel endometrium inilah yang akan meluruh menjadi darah. Terjadi perbedaan ketika jaringan endometrium yang telah meluruh di dalam rahim dan diluar rahim ketika dikeluarkan. Pada normalnya, perdarahan akan keluar melalui mulut rahim dan menuju vagina, namun pada kasus endometriosis, perdarahan tersebut tidak memiliki saluran untuk keluar. Hal ini dapat menyebabkan pengumpalan darah, sehingga dapat menyebabkan adanya peradangan, nyeri, terbentuknya jaringan skar atau parut dan perlengketan. Salah satu contoh endometriosis yang terjadi di luar rahim adalah endometriosis pada ovarium, yang dapat menjadi kista berwarna coklat atau sering disebut dengan “chocolate cyst”. Adanya dampak pada kesuburan menjadi salah satu komplikasi dari endometriosis.

 

APA PENYEBAB DAN FAKTOR RISIKO ENDOMETRIOSIS?

Pada umumnya, endometriosis dapat terjadi pada wanita usia 30-40 tahun. Penyebab munculnya endometriosis sampai saat ini belum dapat diketahui secara pasti. Faktor genetik, lingkungan dan kelainan anatomi mungkin berpengaruh dalam perkembangan endometriosis.

 

Terdapat beberapa faktor risiko seseorang dapat mengalami endometriosis, diantaranya:

  • Tidak pernah melahirkan

  • Menstruasi terjadi pada usia dini

  • Menopause terjadi pada usia yang lebih lanjut

  • Mengalami siklus menstruasi yang pendek (yaitu kurang dari 27 hari)

  • Memiliki kadar estrogen yang tinggi di dalam tubuh

  • Indeks massa tubuh yang rendah

  • Mengkonsumsi alkohol

  • Adanya sanak saudara relative yang memiliki endometriosis

  • Terjadi kelainan pada rahim

  • Kondisi medis lainnya yang dapat mengganggu aliran menstruasi.

 

BAGAIMANAKAH TANDA WANITA MENGALAMI ENDOMETRIOSIS?

Seorang wanita yang mengalami endometriosis dapat mengalami hal ini:

  • Nyeri pada bagian bawah perut dan bagian belakang terutama saat menstruasi

  • Nyeri saat menstruasi

  • Nyeri saat dan setelah selesai berhubungan intim

  • Nyeri saat buang air besar dan buang air kecil

  • Menstruasi yang memberat (atau terjadi menstruasi diantara periode menstruasi)

  • Mengalami gangguan infertilitas atau sulit untuk hamil

  • Keluhan lainnya berupa kelelahan, diare, tidak bisa buang air besar, kencing berisi darah, perut kembung atau mual, terutama ketika menstruasi

 

APAKAH  ADANYA ENDOMETRIOSIS DAPAT MENGGANGGU KESUBURAN?

Komplikasi utama pada endometriosis adalah terjadi gangguan pada fertilitas atau kesuburan. 1-1.5 dari 3 wanita yang mengalami endometriosis mengalami kesulitan untuk menjadi hamil.

 

Pada proses kehamilan, sel telur yang keluar dari ovarium akan menuju rahim melalui saluran tuba. Pada saluran tuba, akan terjadi pertemuan antara sel telur dan sperma sehingga terjadi pembuahan. Namun, endometriosis dapat menutup saluran tuba, sehingga sel telur dan sel sperma tidak dapat bertemu.

 

BAGAIMANA PENGOBATANNYA?

Terdapat 2 pilihan terapi pada endometriosis, baik secara terapi obat maupun operasi.

Pada umumnya, dokter akan menyarankan untuk menggunakan terapi obat, operasi hanya akan dipilih sebagai pilihan terakhir jika obat tidak efektif mengatasi keluhan yang ada.

Pilihan terapi tergantung dari Anda dan dokter Anda, yang dimana hal ini tergantung dari beratnya keluhan yang muncul dan harapan untuk hamil.

 

Yang perlu dipahami, bahwa endometriosis:

  • Bukanlah penyakit infeksi

  • Bukanlah penyakit menular

  • Dan bukanlah penyakit kanker.