For Emergency Only

+62 361 - 265 083

For Emergency Only 0361 - 265 083

TIPS MENGHADAPI ERUPSI DAN HUJAN ABU

TIPS MENGHADAPI ERUPSI DAN HUJAN ABU

30 Nov 2017 dr. Ni Wayan Desy Lestari Articles 12

Terdapat banyak cara yang Anda dan keluarga Anda dapat lakukan untuk melindungi diri dari bahaya material letusan Gunung Agung. Cara terbaik yang Anda dapat lakukan adalah mengikuti saran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Berikut ini kami paparkan beberapa ancaman dari sisi kesehatan yang dapat terjadi ketika terjadi akibat letusan gunung agung. Dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dapat terbagi dalam beberapa hal, yaitu dampak terhadap saluran pernafasan, mata, dan kulit.

 

1. Dampak terhadap saluran pernafasan

Abu vulkanik yang muncul memiliki ukuran yang sangat kecil. Bahkan ketika Anda dalam keadaan sangat sehat, ketika terpapar dengan abu vulkanik dalam intensitas yang tinggi akan mengakibatkan ketidaknyamanan pada daerah dada yang disertai iritasi saluran nafas dan batuk. Gejala umum yang dapat terjadi antara lain:

- Iritasi pada hidung dan pilek

- Iritasi tenggorokan dan nyeri menelan, terkadang diikuti oleh batuk kering

- Seseorang dengan riwayat gangguan saluran pernafasan sebelumnya dan terkena paparan debu akan dapat mengalami batuk berdahak, produksi dahak yang banyak, mengi, dan sesak nafas)

- Bernafas terasa tidak nyaman

 

2. Dampak terhadap mata

Iritasi pada mata merupakan keluhan paling sering yang dapat terjadi. Abu dapat mengakibatkan luka lecet atau abrasi kornea (goresan pada mata yang mengakibatkan sakit pada lapisan mata Anda) dan konjungtivitis (mata merah akibat peradangan). Pengguna lensa kontak sebaiknya tidak menggunakan lensa kontaknya untuk mencegah hal ini. Gejala yang mungkin dapat terjadi antara lain:

- Terasa terdapat benda asing di mata

- Mata menjadi nyeri, gatal,atau merah

- Muncul belekan atau keluar air mata

- Abrasi kornea atau luka lecet pada kornea

- Radang pada mata (konjungtivitis) yang mengakibatkan mata kemerahan, pedih dan sensitif terhadap cahaya

 

3. Dampak terhadap iritasi pada kulit

Sangat jarang terjadi, namun dapat terjadi pada beberapa orang. Gejala yang muncul antara lain:

- Iritasi dan kemerahan pada kulit

- Infeksi sekunder pada luka akibat garukan

 

Berikut ini kami paparkan beberapa cara pencegahan yang dapat menjadi referensi Anda untuk melindungi diri dari bahaya akibat letusan Gunung Agung:

1. Hindari Berkendaraan

Segera setelah hujan abu, bahkan dalam skala yang ringan, kondisi mengemudi dapat mempengaruhi tajam penglihatan dan kualitas udara secara dramatis. Hujan mungkin dapat mengembalikan kualitas udara, namun hanya sesaat. Begitu udara terik kembali, abu akan sangat mudah berterbangan. Sebaiknya Anda tetap berada di dalam rumah. Namun jika Anda harus mengemudi, tutup semua jendela dan pintu kendaraan Anda, dan jangan nyalakan AC. Menyalakan AC dapat membawa udara dan abu vulkanik dari luar masuk ke dalam kendaraan Anda. Jagalah jarak yang cukup jauh dengan kendaraan di depan Anda, dan mengemudilah secara hati-hati.
 

2. Mengurangi masuknya abu ke dalam rumah

Hal yang dapat Anda lakukan adalah tutup semua jendela dan pintu rumah Anda. Letakkan kain atau handuk yang telah dibasahkan di sela-sela pintu untuk meminimalisir masuknya debu ke dalam ruangan.
 

3. Memproteksi Diri Sendiri

Bagi Anda yang berada di luar ruangan sebaiknya menggunakan masker. Masker kain dapat menghalau masuknya abu vulkanik. Sebaiknya Anda basahi terlebih dahulu masker tersebut untuk meningkatkan keefektifannya. Khusus untuk Anda yang memiliki bronkitis kronis, emfisema dan asma, kami merekomendasikan agar Anda agar tetap berada di dalam ruangan dan menghindari aktivitas yang tidak diperlukan jika berhadapan dengan paparan abu vulkanik. Selain itu, gunakanlah baju lengan panjang dan celana panjang ketika Anda terpaksa keluar dari rumah.
 

4. Proteksi terhadap mata

Gunakanlah kacamata dan kacamata korektif Anda. Sebaiknya jangan menggunakan lensa kontak agar dapat mencegah adanya iritasi terhadap mata.
 

5. Air minum

Tutup semua tempat penampungan air Anda untuk mencegah adanya kontaminasi terhadap abu. Putus pipa dan talang pembuangan air untuk mencegah abu menyumbat pipa. Persiapkan air dan makanan yang bersih dan mencukupi untuk hewan peliharaan dan ternak Anda.
 

6. Sayur dan buah

Cuci bersih sayuran dan buah-buahan sebelum dimakan untuk mengurangi terkontaminasi terhadap abu.
 

7. Membersihkan Abu

Ketika Anda membersihkan abu, sebaiknya Anda mencipratkan air (jangan diberi air terlalu banyak karena akan membentuk massa yang keras) dan hati-hati ketika mencipratkan air ke abu yang kering karena berisiko berterbangan. Selalu gunakan masker Anda.

 

Sumber:

  1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Panduan Pencegahan Terhadap Hujan Abu Gunung Api: Sebelum, Selama dan Sesudah Hujan Abu. [Dikutip 27 November 2017]. http://www.depkes.go.id/resouces/download/penanganan-krisis/panduan_pencegahan_terhadap_hujan_abu_gunung_api.pdf  

  2. International Volcanic Health Hazard Network. The Health Hazards of Volcanic Ash (A Guide For the Public). [Dikutip 27 November 2017]. Tersedia dari: http://www.ivhhn.org/images/pamphlets/health_guidelines_english_print_imposed.pdf

  3. Centers for Disease Control and Prevention. Key Facts About Protecting Yourself During a Volcanic Eruption. [Dikutip 27 November 2017]. Tersedia dari. https://www.cdc.gov/disasters/volcanoes/during.html